Tampilkan postingan dengan label Random Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random Stories. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Mei 2018
Haii lama nggak jumpa, gimana kabar?? 🙋 beberapa bulan
belakangan ini aku emang lagi sibuk sih gegara baru keterima kerja akhir januari
kemarin Alhamdulillah, ya walaupun cuma buruh 😂
hehe syukuri aja meski berharapnya bisa kerja ditempat yang lebih baik di kantoran
misalnya hehe susahnya cari kerja di kota ini, bimbang mau merantau juga nggak
boleh, yauda jalani aja. Yaa curhat dikit boleh lah yaa hehe uda berpuluh-puluh
kali kirim surat lamaran kerja tapi ngga dapet hasil yang menyenangkan, entah
gegara backgroundku dari sarjana pendidikan atau emang aku ngga punya skill
apa-apa ya duhh hehhehe. Jadi sendu nulis ginian keinget susahnya bertahan hidup
tanpa semangat. Akhirnya aku coba daftar di pabrik yang lumayan jaya disini
yaahh termasuk susah sih saingan ngga terkira ratusan bahkan ribuan, yaa karena
yang dibutuhkan lumayan banyak dan yang pengen kerja sini lumayan juga,,
pekerjaan yang hasilnya menjanjikan sebenernya sesuai dengan ngerjaannya. Aku
coba semangat, telaten, yaa aku uda ngga tau lagi tujuan yang mana yang harus
aku tuju. Nikah? Yaa Cuma terkadang pengen nikah tapi masih terlalu banyak yang
harus dipikirkan, aku mikir nikah ngga segampang yang oranglain pikir: kenal,
cocok, nikah ~ Ah ngga segampang itu, andai semua orangtua membebaskan anaknya
untuk memilih sendiri siapa jodohnya 😂. Yaa kali ini aku cuma menjalani
harihariku dengan biasanya, lapang dada, ikhlas dan smoga bisa bersyukur. Entah
diangka berapa aku akan menikah, yaa ada yang mau mengusahakan tahun depan
tepat diangka 24 tapi siapa yang tau takdir intinya jangan terlalu berharap
biar ngga terlalu sakit kalo tau itu semua sekedar "angan", yaa aku tau umur
segitu sudah terlalu tua tapi mau bagaimana 😢 semua karena keadaan. hmm tapi gimana emng terlalu
sedih kalo dipikir terus menerus, yang penting jalani aja 😄
Selasa, 07 November 2017
Random feeling
what really I feels recently, almost every day. Never imagine it will be like
this in the end. I was too far that
always keep spacing with others. Is that how I am? YES, of course I am. I’m so
sad, my life is very messy. How do I rearrange it? I have no way.
There is
no time to dream more.. I ever dream about huge life someday with the best
partner with the good characters also. I have been trying, never stopping or
maybe still not enough, so I didn’t get any results. Have I dreams too much,
God? Help me.
Now, I only
hope for the miracle that You will give, God. I will never stop trying and
praying for You and only for You.
November 07, 2017
Tuesday - 11:40 pm
NTK-----------NTK
Sabtu, 04 November 2017
Curhat dikit, tiba-tiba aja pengen nulis random tentang hal yang kupikirkan lama sekitar berbulan-bulan yang lalu setelah bertemu dengan seseorang yang menurutku "she has a lot of fake faces" haha 😅. The point is about thing that really hateful; seseorang yang kurang bersyukur dan selalu mengeluh apalagi selalu iri dengan kondisi dan keberhasilan oranglain. Biasa saja dengar kata mengeluh, semua orang pernah melakukannya 'kan, tetapi salah besar jika itu sangatlah berlebihan. Membandingkan diri dengan oranglain, tidak suka dengan keberhasilan oranglain. Ambil permisalan yang simple saja ya, (sorry kalo membingungkan ngga pandai buat permisalan, nih 🙏🙏) sebut saja dia itu adalah Ana dan Sika (misal) : Ana sangat iri dengan apapun yang dimiliki Sika, Sika cantik, punya pekerjaan bagus, punya suami baik dan kaya, dan Sika disukai banyak orang. Semua hal yang dimiliki Sika menurut Ana adalah baik yang salah dan slalu diirikan, Ana slalu merasa orang yang teerrrr-lemah atau bisa dianggap sebagai titik dalam sgala hal apapun itu - dia adalah “KORBAN”, tidak bisa dipersalahkan, anggap saja slalu benar. Tragisss merasa slalu benar tapi salah. Tidak ada hentinya dia slalu membandingkan hidupnya dengan oranglain, akhirnya dia sperti menuntut Tuhan mengapa dia berbeda.. konyol sekali menurutku.😏
Yang terakhir adalah dia mungkin
memimpikan apapun yang dimiliki Sika padahal
tidak tau bagaimana dan seberapa besar pengorbanan yang dikeluarkan Sika untuk mendapat itu semua > usaha, ibadah, bersyukur, dan slalu baik
dengan semua orang. Tidak ada yang mudah untuk mencapai sesuatu. Disini Ana hanya
mengambil mentahan apa yang sudah dilihatnya, ibarat makan ikan yang masih
segar tanpa perlu dimasak dulu. Saking irinya
dia menjadi sok/pura-pura baik dengan
Sika dan meniru Sika haha parah sekaliii..
menjadi seseorang yang munafik, slalu merepotkan oranglain tetapi tangan slalu
terbuka untuk Sika meskipun Sika tidak membutuhkan
pertolongannya (misal2).
Sekarang
begini, apakah dia pernah melihat atau memandang titik dibawahnya? Yang bisa di
bilang mungkin (maaf) kurang beruntung dalam hidup. Tak perlu ada sesal mengapa
hidup tidak pernah bisa memilih selalu berakhir baik, kita hanya bisa membuat
rencana baik dan melakukannya agar hidup ini lebih baik lagi. Salah jika kita
hidup slalu memandang titik teratas untuk pedoman hidup, bisa dipastikan hidup
tidak pernah cukup dan jauh dari kata bahagia. Titik teratas untuk motivasi –
bukan untuk mambandingkan diri dan iri, titik terbawah untuk bersyukur
– seberapapun kondisi sekarang patut disyukuri karena banyak yang tidak
seberuntung kita. Cukup dulu untuk curhatan ini tidak perlu terlalu spesifik agar
tidak mengundang kesalahpahaman. Sekian 🙅


